Banyak kesalahan produksi dalam laser cutting bukan karena mesin atau operator, tetapi karena file gambar kerja (CAD) yang kurang tepat. Ukuran meleset, lubang tidak sesuai, atau bahkan seluruh desain harus direvisi ulang—semuanya bisa berawal dari file yang tidak disiapkan dengan benar.
Agar proses berjalan lancar, ada baiknya pelanggan memahami dasar-dasar membaca dan mengecek file CAD sebelum dikirim ke workshop laser cutting.
Berikut panduan sederhana dan praktis yang bisa Anda gunakan.
Pastikan Skala Gambar 1:1 (Actual Size)
Hal paling penting dalam file laser cutting adalah skala harus 1:1.
Artinya:
-
Ukuran di layar = ukuran asli saat dipotong
-
Jika panjang tertulis 100 mm, maka hasil potong juga 100 mm
Kesalahan umum:
-
File dibuat dalam skala tampilan (misalnya 1:10)
-
Gambar terlihat benar secara visual, tetapi ukuran sebenarnya salah
Cara Cek:
-
Gunakan fitur “Dimension” di software CAD
-
Ukur ulang beberapa sisi utama
-
Pastikan angka sesuai kebutuhan asli
Jangan hanya mengandalkan tampilan visual—selalu cek angka dimensinya.
Gunakan Satuan Millimeter (mm)
Sebagian besar jasa laser cutting menggunakan satuan millimeter (mm) sebagai standar.
Masalah sering terjadi ketika:
-
File dibuat dalam cm atau inch
-
Unit tidak jelas
-
Sistem otomatis mengonversi ukuran saat impor file
Akibatnya:
-
Ukuran bisa menjadi 10x lebih besar atau lebih kecil
-
Lubang baut tidak sesuai
-
Komponen tidak bisa dirakit
Tips:
Pastikan unit drawing diset ke millimeter
Tuliskan keterangan unit di file atau email pengiriman
Hindari campuran satuan dalam satu desain
Konsistensi satuan adalah dasar presisi.
Bedakan Garis Potong dan Garis Grafir
Dalam laser cutting, tidak semua garis harus dipotong tembus.
Ada dua jenis garis utama:
Garis Potong (Cutting Line)
-
Laser memotong material sampai terpisah
-
Biasanya digunakan untuk outline utama dan lubang
Garis Grafir (Engraving Line)
-
Laser hanya menggores permukaan
-
Digunakan untuk teks, logo, marking, atau tanda posisi
Kesalahan umum:
-
Semua garis dibuat sama
-
Tidak ada perbedaan layer atau warna
-
Workshop bingung menentukan mana yang dipotong dan mana yang digrafir
Tips Praktis:
Gunakan layer berbeda untuk cutting dan engraving
Beri warna berbeda (misalnya merah untuk potong, biru untuk grafir)
Beri catatan singkat di file atau email
Komunikasi visual yang jelas menghindari salah produksi.
Pastikan Garis Tidak Double atau Overlapping
Garis yang bertumpuk (double line) sering tidak terlihat secara kasat mata, tetapi mesin akan membaca dua jalur potong.
Akibatnya:
-
Laser memotong dua kali di area yang sama
-
Waktu produksi lebih lama
-
Tepi potong bisa terbakar atau terlalu panas
Cara Cek:
-
Gunakan fitur “Overkill” atau “Delete Duplicate Lines” di software CAD
-
Perbesar tampilan dan cek sudut-sudut sambungan
File yang bersih membuat hasil lebih rapi dan efisien.
